Cara Copy Paste Artikel Tingkat Dewa, Ampuh untuk Semua Script Anti Copas

thumbnail


Ada banyak cara dan trik untuk mengcopy artikel atau content web yang tidak bisa dicopy.

Maksudnya, mengcopy artikel dari sebuah website atau blog yang dilindungi dengan berbagai trik anti copy-paste.

Seperti penyakit, semua ada obatnya. Dan setiap obat memiliki dosis yang berbeda, sesuai dengan tingkat penyakitnya.

Kali ini kita akan membahas salah satu trik copas tingkat dewa. Trik copy-paste paling ampuh.

Disebut “tingkat dewa”, karena keampuhannya. Saya belum pernah ketemu artikel blog atau situs yang gagal dicopy dengan menggunakan trik ini.

Memang sedikit rumit! Tapi itu hanya sebentar. Kalau sudah terbiasa, trik ini juga akan mudah digunakan.

Nah, bagi Anda yang gagal menggunakan trik lain untuk mengcopy sebuah artikel dari sebuah situs anti copas, silahkan coba trik ini.

1. Buka laman blog/situs yang ingin dicopy (menggunakan Mozilla Firefox atau Google Chrome).

2. Coba Save halaman web dengan menggunakan Ctrl + S. Jika berhasil (shortcut Ctrl+S berfungsi), langsung ke poin 4 di bawah.

3. Jika shortcut Ctrl+S tidak berfungsi, cari jalan lain melalui menu pojok kanan atas:

  • Firefox   : Open Menu (lambang garis tiga) ==> Save Page
  • Chrome : Customize and Control Google Chrome (lambang titik tiga) ==> More Tools ==> Save Page As
 



4. Dalam kotak dialog penyimpanan, pilih Save as type: Webpage, HTML Only ==> Save



5. Sekarang buka dan edit format HTML yang disimpan tadi menggunakan Edit with Notepad ++. Caranya: buka folder penyimpanan ==> klik kanan pada file bersangkutan ==> pilih Edit with Notepad ++


6. Di halaman Notepad++, di sini yang sedikit rumit. Tapi gak usah khawatir. Intinya, kita hanya perlu mencari kalimat pembuka isi dari artikel yang bersangkutan. Contoh di sini saya mencari kalimat pembuka seperti garis bawah dalam gambar berikut:



Untuk mempermudah pencarian, gunakan Ctrl + F. Ketikkan kalimat pembuka artikel pada kotak pencarian, dan klik tombol Cari Selanjutnya.



Anda mungkin akan menemukan beberapa kalimat yang sama, lewati terus dengan menekan Entre (atau klik Cari selanjutnya), hingga menemukan kalimat pembuka dari isi artikel yang diapit dengan perintah <div…..> (bukan <meta content =..…>) Biasanya, isi artikel terletak jauh di bawah melebihi separoh dokumen HTML.



7. Jika sudah ketemu, silahkan hapus semua dokumen HTML dimulai dari bawah judul (di bagian atas) sampai pada kalimat pembuka dari isi artikel tadi. Kita perlu menghapusnya, karena biasanya script anti copas diletakkan di bagian ini, di antara judul dan isi artikel.

8. Jika sudah, silahkan Save.

9. Sekarang, buka kembali folder penyimpanan dan klik kanan file yang bersangkutan ==> Open with ==> Firefox/Google Chrome.

10. Jika semua berjalan benar, laman yang terbuka sekarang sudah bisa diblok. Silahkan di-copy dan paste-kan di halaman Ms. Word. Selesai!



Demikian tips kita kali ini. Jangan lupa tinggalkan komentar dan share jika artikel ini bermanfaat. Salam!
_________________


Cara Copy Tulisan Arab dari Internet ke Word agar Susunan Tulisan Arab Tidak Terbalik

thumbnail


Bagaimana cara menyalin atau mengcopy-paste tulisan Arab dari internet ke dalam dokumen Ms. Word?

Maksudnya, agar susunan tulisan arabnya tetap terpelihara dan tidak terbalik-balik?

Ini kelihatan sederhana, tapi sangat penting.

Berbeda dengan copy-paste tulisan latin, copas tulisan Arab tidak bisa dilakukan langsung dari internet ke dokumen Word.

Hasilnya akan berantakan. Banyak susunan kata dalam tulisan arab yang berubah tempat dan urutannya. Sehingga secara keseluruhan, struktur penulisan ayat atau hadits hasil copy-paste akan menjadi rusak dan berantakan.

Inilah yang akan kita bahas dalam tips kali ini.

Masalah sederhana, tapi serius. Karena dalam penulisan ayat atau hadits, perubahan satu huruf saja, akan bisa berakibat fatal. Sebab akan merubah arti dan makna secara keseluruhan.

Tulisan ini terinspirasi dari banyak komentar pembaca di blog “Belajar Islam” yang mempersoalkan tulisan ayat al-Qur’an atau hadits yang terbalik. Salah satunya dalam tulisan “Bacaan Dzikir yang Shahih Setelah Shalat Fardhu Sesuai Sunnah.”



Pembaca mengkhawatirkan tulisan ayat kursi yang terbalik. Padahal, setelah berulang-ulang diperiksa dan diteliti satu persatu, aslinya tidak ada yang salah dalam penulisan ayat kursi dimaksud. Tapi saat dicopy-paste ke word, hasilnya memang berubah.

Tulisan Ayat Kursi di dalam Blog:



Tulisan Ayat Kursi setelah dicopas ke Word:



Ada beberapa cara agar tulisan Arab dari internet tetap terjaga dengan benar saat dicopas ke Word. Namun tips kita kali ini hanya akan membahas cara mengcopy-paste tulisan Arab dengan menggunakan media perantara WordPad.

Ingat, dengan menggunakan media perantara WordPad, bukan Notepad. Karena antara kedua aplikasi dokumen ini sering tertukar.

Berikut langkah-langkahnya:

1. Buka terlebih dahulu halaman internet bertulisan Arab yang ingin dicopy.
2. Blok seluruh tulisan (Latin dan Arab) yang ingin dicopy.


3. Klik kanan pada tulisan yang sudah diblok dan klik Copy (atau gunakan shortcut Ctrl + C)
4. (Tinggalkan laman internet, dan) Buka laman WordPad. Caranya: Klik tombol Start pada komputer ==> All Program ==> Accessories ==> WordPad.





5. Setelah laman WordPad terbuka, paste-kan dengan mengklik menu Paste di pojok kiri WordPad (atau gunakan shortcut Ctrl + V).


6. Blok dan Copy (Ctrl + C) kembali seluruh dokumen yang sudah berada di WordPad (caranya sama dengan blok dan copy pada Ms. Word).
7. Sekarang tinggalkan laman WordPad dan buka halaman baru Ms. Word.
8. Akhiri dengan mengklik Paste (Ctrl + V) pada halaman Microsoft Word.



Hasilnya, seperti terlihat pada gambar di atas, susunan tulisan Arab akan tercopy dengan sempurna sama dengan struktur tulisan aslinya.

Hanya ada sedikit perubahan tidak prinsif, yakni jenis dan besaran (size) huruf pada tulisan Arab dan format penulisan pada huruf latin.

Untuk memperbesar tulisan Arab hasil copy-paste, silahkan blok tulisan Arab yang ingin diperbesar, dan ubah ukuran huruf sesuai yang diinginkan.





Demikian tips kita kali ini, mudah-mudahan bisa bermanfaat, khususnya bagi teman-teman yang ingin mengcopy conten tulisan Arab dari internet ke dalam dokumen Ms Word.
________________

Cara Cepat Mengganti Kata Secara Massal Maupun Selektif dalam Dokumen Ms. Word

thumbnail


Dalam proses menulis naskah, seringkali kita merasa perlu untuk mengganti penggunaan sebuah kata, atau istilah, atau frase tertentu yang dirasakan kurang cocok.

Atau sekedar mengganti format penulisan seperti huruf tebal, cetak miring, garis bawah, jenis huruf, ukuran, atau bahkan warna huruf yang berbeda.

Untuk mengganti penggunaan kata dalam jumlah sedikit, tentu tidak masalah. Kita bisa langsung menghapusnya, lalu menggantinya dengan kata atau istilah atau format yang kita inginkan, secara manual.

Tapi mengganti penggunaan sebuah kata atau istilah atau format yang sudah terlanjur banyak ditulis dalam sebuah naskah, tentu bukan perkara mudah. Selain melelahkan, juga akan menghabiskan waktu banyak.

Untungnya, Microsoft Word sudah menyediakan fitur khusus untuk itu. Namanya, Find and Replace. Temukan dan Ganti.

Fungsinya adalah untuk mencari kata atau istilah tertentu yang ada di dalam naskah, dan kemudian menggantinya dengan kata atau istilah lain sesuai dengan keinginan.

Berikut ini contoh naskah sebelum dan sesudah penggantian (dari singkatan Saw di naskah pertama menjadi Shallallahu 'alaihi wasallam di naskah kedua).



Untuk mengganti kata atau rangkaian kata dengan mudah dan cepat di Ms. Word (secara massal maupun selektif), silahkan ikuti langkah-langkah sederhana berikut: 

1. Pertama-tama, buka dokumen (Ms. Word) yang ingin diedit

2. Masuk melalui tab Home, kemudian klik Replace pada sub-menu Editing di pojok kanan atas. Atau langsung tekan Ctrl + H untuk jalan pintas. Kotak dialog “Find and Replace” akan muncul seperti gambar di bawah ini:


3. Pada kolom isian paling atas, Find what: ketik kata yang ingin diganti.
Contoh, di sini saya ingin mengganti semua kata Saw (= singkatan shallallahu ‘alaihi wasallam).

4. Selanjutnya, pada kolom isian di bawahnya, Replace with: ketik kata atau format pengganti yang diinginkan. (Dalam contoh ini, saya menulis kata pengganti: shallallahu ‘alaihi wasallam)



5. Untuk menampilkan fitur editing dan opsi pencarian, klik tombol More>> (bawah). Pastikan anda mencentang opsi pencarian Find whole words only jika ingin membatasi pencarian dan penggantian hanya pada kata yang sama persis.Ini penting untuk menghindari resiko penggantian kata yang salah sasaran.

Misalnya, dalam contoh di atas, saya hanya ingin mengganti kata atau tulisan Saw yang berdiri sendiri, tidak termasuk tulisan Saw pada Sawah, Sawo, Sawi, Sawang, Sawan, Sawer, dan sebagainya.


6. Dengan menekan tombol Format seperti gambar di atas, Anda juga bisa mengedit format kata pengganti sesuai keinginan. Misalnya menggunakan huruf tebal, miring, garis bawah, atau memperbesar ukuran huruf, mengubah jenis font, mengganti warna huruf, dan sebagainya. (lihat gambar di bawah).



7. Terakhir, jika pengaturan opsi pencarian dan pengeditan kata pengganti sudah selesai, saatnya sekarang mengeksekusi penggantian. Perhatikan tombol perintah di bagian bawah:
  • Tombol Replace All untuk mengganti semua kata yang sama secara sekaligus. Hanya dengan sekali klik, semua kata Saw (dalam contoh di atas) akan berubah seluruhnya menjadi Shallallahu ‘alaihi wasallam.
  • Tekan tombol Find next, jika ingin mencari dan menemukan satu per-satu kata yang ingin diganti. Ini perlu jika anda ingin melakukan penggantian kata secara selektif, tidak sekaligus. Hasil pencarian akan diberi tanda highlight warna kuning, dan anda bisa memutuskan mana kata yang perlu diganti dan mana yang tidak perlu diganti.
  • Setelah mengklik tombol Find next dan menemukan kata yang hendak diganti, selanjutnya tekan tombol Replace untuk penggantian hanya satu kata yang sedang di-highlight (penggantian kata secara selektif atau satu per-satu). Lanjutkan pencarian berikutnya hingga menemukan dan mengganti semua kata yang diinginkan.


Demikian tips komputer "Mencari dan mengganti kata atau istilah tertentu dalam naskah Ms. Word dengan menggunakan fitur Find and Replace (cari dan ganti)." Bagikan artikel ini jika dirasa berguna dan bermanfaat. Terimakasih!
______________


Gagal Masuk Peringkat Google, Inilah 11 Kesalahan Fatal Menulis Artikel di Blog yang Perlu Anda Perbaiki

thumbnail


“Mengapa artikel yang saya tulis di blog, tak satupun muncul di pencarian google?”

Ini adalah pertanyaan yang paling banyak muncul di blog ini ketika saya menulis “Cara Menulis dan Mempublikasikan Artikel di Blog.”

Ada banyak factor!

Tapi, tak perlu khawatir. Tulisan ini akan membantu Anda untuk mengetahui factor yang paling penting, penyebab artikel blog gagal berkompetisi mencapai peringkat teratas pencarian google.

11 Kesalahan Fatal dalam Menulis Artikel Blog


1. Pembahasan terlalu melebar, tidak fokus


Saya sering menemukan artikel yang ditulis untuk blog, membahas banyak hal sekaligus.

Menurut saya, ini sebuah kesalahan.

Bahkan, jika pun “banyak hal” itu dibahas secara mendalam. Apalagi jika tidak.

Judulnya spesifik. Tapi kontennya dari A sampai Z. Melebar ke mana-mana. Mirip sebuah buku, membahas mulai dari sejarah, pengertian, definisi, kegunaan, tujuan, manfaat, dan seterusnya.

Padahal, menulis untuk website sangat berbeda dengan menulis untuk buku.

Orang membaca buku ketika ia memang dalam keadaan siap untuk membaca bab demi bab isi buku.

Sedang pembaca website adalah orang sibuk yang tidak punya banyak waktu untuk berlama-lama.

Ia ingin secepatnya menemukan solusi atas permasalahannya. Segera menemukan apa yang ia cari.

Tidak ada waktu untuk membaca artikel yang tidak focus.

Ketika orang mencari artikel untuk mengobati sakit ambeien yang ia derita, ia benar-benar sedang mencari tips cara mengobati sakit ambeien-nya.

Yang praktis. Kalau mungkin bisa langsung dipraktekkan. Terserah secara medis atau tradisional.

Jangan Anda tambah deritanya dengan ulasan-ulasan yang tidak penting bagi dia.

Tak perlu membahas gejala-gejala orang sakit ambeien, karena dia pasti sudah tau itu. Bahkan ia sedang mengalaminya sekarang.

Apalagi, jangan sekali-kali bahas istilah-istilah medis untuk penyakit ambeien. Atau sejarah perkembangan ilmu kedokteran untuk penanganan penyakit wasir.

Itu mungkin penting bagi mahasiswa di Fak. Kedokteran. Tapi bukan untuk orang yang sedang browsing di internet dengan kata kunci “cara mengobati penyakit ambeien.”

Kalau Anda paksakan, dalam sekejap mouse di tangannya akan beralih ke artikel lain. Toh, ada ribuan artikel lain yang antri menawarkan apa yang benar-benar sedang ia butuhkan.

Ingat, membaca artikel Anda yang tidak focus akan membuat mereka kecewa.

Kecewa, bukan saja karena tidak menemukan apa yang mendesak dicari, tapi juga karena sudah membuang waktu sia-sia untuk membaca sesuatu yang sebenarnya tidak ingin ia baca.

2. Menulis untuk Mesin Pencari


Di dunia web, jumlah visitor atau pengunjung adalah indicator utama keberhasilan sebuah blog atau situs. Dan sumber traffic terbesar ke sebuah blog adalah melalui mesin pencari.

Hanya situs dengan konten yang popular di mesin pencari yang akan memperoleh traffic tinggi.

Karena itulah, beberapa tahun lalu, banyak praktisi web lebih suka mencari trik-trik untuk “mengakali” mesin pencari, dari pada membuat artikel yang menarik dan bermanfaat bagi pembaca.

Macam-macam rumus dan trik bermunculan. Fokusnya adalah bagaimana mempopulerkan sebuah konten di mata mesin pencari (search engine optimation).

Permainan kata kunci mendapat perhatian utama.

Tanpa disadari, kompetisi ini telah mendorong orang berlomba-lomba menulis untuk mesin.

Keberhasilan konten tidak lagi dilihat dari bobotnya dalam mencerdaskan dan memecahkan berbagai persoalan manusia, tapi seberapa mampu ia menundukkan mesin pencari.

Seorang teman menginventarisir beberapa indikator jadul bagi artikel yang dianggap SEO friendly:

1. Memiliki keyword density sekian persen
2. Panjang minimal 300/500 kata
3. Bold, underline, italic di setiap keyword
4. Keyword di judul, paragraf pertama, paragraf terakhir
5. Keyword di meta description
6. Menggunakan subheader (h2-h6) yang berisi keyword


Itu semua adalah parameter jadul yang memang digunakan oleh mesin pencari seperti google untuk menentukan peringkat sebuah artikel.

Tapi itu dulu! Sekarang zaman sudah berubah.

Pakar-pakar di balik mesin pencari sudah menyadari logika pemeringkatan jadul gagal menyeleksi tulisan-tulisan yang relevan dan berbobot.

Sekarang mesin pencari sudah menggunakan perilaku manusia dalam menentukan peringkat artikel.

Hanya artikel yang relevan dan berbobot yang layak menempati peringkat teratas.

Yakni tulisan-tulisan yang banyak dibutuhkan oleh manusia. Yang mampu menarik perhatian banyak orang. Yang bisa menjawab (memberikan solusi) atas persoalan mereka. Dan yang memuaskan bagi orang yang membacanya.

Parameternya adalah :
  • Seberapa banyak orang tertarik mencari, membuka, dan membaca artikel Anda?
  • Seberapa lama rata-rata orang menghabiskan waktu untuk membaca artikel Anda?
  • Seberapa banyak orang meneruskan, merekomendasikan, atau membagikan artikel Anda kepada orang lain? Dan,
  • Seberapa puas orang dengan isi artikel Anda?

Yang terakhir ini juga dapat dianalisa dari prilaku pembaca:

  1. Apakah mereka masih melanjutkan pencarian artikel lain (dengan kata kunci serupa)? ======>>> mengindikasikan mereka tidak puas, atau persoalannya belum terjawab. Atau
  2. Mereka mencukupkan/berhenti/menyudahi pencarian ======>>> mengindikasikan bahwa mereka puas dikarenakan artikel Anda sudah cukup untuk menjawab persoalan mereka.

Intinya, bagaimana orang berinteraksi dan merespon sebuah tulisan, hal-hal seperti itulah yang akan dianalisa oleh mesin pencari untuk kemudian menentukan peringkat sebuah artikel.

Tapi… sampai di sini, satu pertanyaan lagi mungkin masih mengganjal.

Bagaimana orang menemukan, membaca, dan merespon sebuah artikel kalau artikel itu sendiri masih baru dan belum masuk di peringkat google?

Di sinilah perlunya promosi. Mulai dari share pertama di google plus, media social, hingga forum-forum, dan sebagainya.

Pertempuran dimulai dari sini.

Respon pembaca lewat media-media promosi itu, akan menjadi “modal awal” atau titik tolak pertama bagi mesin pencari untuk menentukan peringkat sebuah artikel baru.

Contoh, ketika pertama kali posting, mesin pencari google misalnya, mengindeks artikel Anda di posisi terakhir dari 5.000 daftar pencarian.

Setelah share di google+ dan media sosial, dalam dua hari tercatat artikel Anda sudah dibaca sebanyak100 kali, dibagikan 10 kali, dan rata-rata lama membaca 5 menit/visitor.

Angka-angka inilah yang secara terus “dipantau” oleh mesin pencari. Dan digunakan untuk mengupdate peringkat masing-masing artikel.

Jika 4.000 dari 5.000 artikel di kata kunci yang sama, misalnya, ternyata dibaca masing-masing kurang dari 100 kali, dibagikan kurang dari 10 kali, dan durasi kurang dari 5 menit/visitor, maka artikel Anda (dengan contoh di atas) akan langsung melejit ke urutan 999 dari 5.000 artikel.

Demikian seterusnya.

Maka tidak heran ada artikel yang langsung masuk halaman 1 (peringkat 10 teratas) hanya dalam waktu 2 hari diposting (bahkan kurang dari itu). Ada yang tidak muncul-muncul meski sudah lama diposting. Dan ada juga yang melorot dan menghilang setelah sempat bertengger di posisi 10 teratas.

Kembali ke laptop.

Membuat artikel menggunakan tehnik SEO jadul sudah tidak relevan lagi. Masih menggunakan standar jaman dulu dalam menulis artikel, hanya akan membuat artikel Anda tidak dibaca oleh manusia, sekaligus tidak “dihiraukan” oleh mesin pencari.



3. Menulis tanpa Menghiraukan Karakter Pembaca


Kesalahan ketiga dalam menulis konten, banyak bloger menulis dengan selera sendiri, tanpa menghiraukan karakter pembaca blognya.

Pilihan bahasa atau gaya penulisan tidak memperhatikan segmen. Termasuk tampilan website atau blog.

Bahkan tidak sedikit pengelola blog yang belum pernah tau (atau tidak mau tau) tentang demografi pembacanya?

Padahal seperti kita bahas di atas, peringkat artikel di mesin pencari sekarang ini lebih banyak ditentukan oleh interaksi antara menusia dengan sebuah konten.

Bagaimana kita mengharapkan respon yang tinggi kalau pilihan bahasa dan gaya penulisan yang kita gunakan tidak ‘mengena’ di segmen pembaca?

Ingat, pilihan bahasa dan gaya penulisan bukan semata soal selera pribadi, tapi menyangkut kepercayaan, efektifitas pesan/komunikasi, dan peng-erat ikatan bathin antara pembaca dengan blog Anda.

Tidak sedikit orang berhenti membaca karena cara penyampaian dan gaya penulisan yang tidak sesuai. “Mereka menilai bahwa Anda menulis bukan untuk mereka.”

Coba Anda bayangkan, sebuah konten islami untuk segmen orang tua, disajikan dengan bahasa gaul dan gaya penulisan remaja. Selain sulit dimengerti (efektifitas pesan), tingkat kepercayaan mereka terhadap tulisan Anda juga akan rendah.

Kenapa? Karena bahasa mencerminkan orangnya. Yang terbayang di benak mereka, Anda adalah juga seorang remaja yang “belum meyakinkan” untuk menjadi rujukan dalam urusan keagamaan. Khususnya bagi segmen orang tua dan pembelajar serius konten keagamaan.

Jadi, menulis artikel untuk blog tanpa mengenali karakter pembaca Anda, adalah salah satu kesalahan yang mempersulit tulisan anda untuk mencapai peringkat teratas pencarian google.

4. Judul tidak menarik dan tidak sesuai isi


Ada orang yang focus hanya menuangkan gagasan. Berhari-hari menulis sebuah artikel. Tapi tidak meluangkan waktu yang cukup untuk memikirkan judulnya.

Sebaliknya ada juga yang hanya bisa membuat judul yang besar, tapi giliran menulis isinya kecil.

Saya ingatkan, jangan pernah menyepelekan judul.

Sebab, pertarungan merebut perhatian pembaca sesungguhnya dimulai dari judul. Membuat judul asal-asalan sama dengan Anda membiarkan artikel Anda kalah sebelum berperang.

Sebagus apapun bobot tulisan Anda tidak akan ada gunanya jika tidak dibaca orang. Dan setiap orang hanya akan membaca artikel yang judulnya menarik (relevan, menggugah rasa ingin tau, dan meyakinkan).

Masih belum faham?

Begini. Tarohlah artikel Anda berhasil lolos di peringkat 1 pencarian google. Di halaman itu ada 10 artikel dengan topik yang sama. Pembaca tentu tidak akan serta merta mengklik dan membaca artikel Anda.

Biasanya orang akan membaca sekilas judul-judul untuk menyeleksi artikel yang akan dibaca. Dimulai dari urutan paling atas. Jika belum “meyakinkan”, dia akan lanjut ke urutan kedua, ketiga, dan seterusnya. Sampai ia menemukan judul yang ‘kena’ di hatinya.

Coba bayangkan, berapa banyak kesempatan Anda hilang hanya karena judul yang tidak menarik? Padahal tampil di halaman 1 pencarian google adalah kesempatan emas yang tidak didapat semua orang.

Dan celakanya, seperti kita bahas di atas, mesin pencari pasti akan “memperhatikan” reaksi pembaca terhadap artikel Anda.

Ketika artikel urutan di bawah Anda lebih banyak diklik dan dibaca orang, siap-siaplah rangking artikel Anda akan turun digantikan oleh artikel lain.

Tentu saja benar, judul bagus saja tidak cukup. Tapi artikel yang bagus tanpa judul yang menarik, kecil kemungkinan dibaca orang.

5. Paragraf dan kalimat terlalu panjang-panjang


Ingat, paragraf dan kalimat yang terlalu panjang akan membuat pembaca capek. Pikirannya mumet. Otak dipaksa mencerna rangkaian banyak hal sekaligus. Tanpa jeda. Mata juga lelah membacanya.

Pembaca web lebih menyukai paragraf yang ringkas. Berisi kalimat-kalimat pendek dan to the point.

Lincah bergerak dari satu gagasan ke gagasan berikutnya.

Menulis dengan paragraph dan kalimat yang panjang-panjang, akan membuat banyak calon pembaca urung membaca artikel Anda.

6. Tidak menggunakan sub-header saat diperlukan


Tulisan yang panjang tanpa selingan sub-header, juga bisa membuat orang batal membaca artikel Anda.

Monoton. Melihatnya saja sudah capek. Apalagi membacanya.

Terbayang berapa banyak waktu, tenaga, dan fikiran akan terkuras untuk membacanya. Padahal, belum tentu isinya juga sesuai yang dicari.

Ingat, di internet orang biasanya tidak langsung membaca artikel huruf demi huruf, dari awal sampai habis.

Jika Anda perhatikan, orang biasanya akan melakukan scaning terlebih dahulu terhadap bagian-bagian tertentu dari sebuah artikel. Tujuannya, untuk bisa mendeteksi secara cepat gambaran besar dari konten artikel itu.

Dimulai dari judul, paragraph pertama, fhoto atau ilustrasi pendukung, sub-judul, dan penggalan-penggalan paragraph yang kira-kira bisa mengkonstruksi keseluruhan isi artikel.

Tanpa sub-judul, sebuah tulisan panjang akan terasa seperti mencari jarum di hamparan padang yang luas.

Seperti halnya judul, sub-judul antara lain berfungsi sebagai pesan singkat mengenai sub-konten dalam sebuah artikel.

Lewat sub-judul pembaca akan dapat memahami dengan cepat isi dari kelompok gagasan yang sudah dipisahkan menjadi sub-sub tema yang lebih spesifik.

Sisi lain, sub header atau sub judul juga akan membuat konten terasa lebih lega di mata. Membantu mengorganisir dan memetakan hamparan konten menjadi bagian-bagian yang jelas dan spesifik.

Dengan sub-header yang tepat, pembaca akan terbantu untuk mengetahui dengan cepat bagian-bagian mana dari artikel perlu dibaca lebih detil, dan bagian mana yang bisa dilewatkan.

7. Menulis tanpa metode dan sistimatika gagasan yang jelas


Pembaca yang sudah meluangkan waktu membaca satu-dua paragraph, namun belum juga menemukan gambaran menarik tentang isi dari sebuah artikel, hampir dipastikan akan berhenti dan beralih ke web lain.

Itulah pentingnya dalam menulis artikel untuk blog, menggunakan metode yang sangat populer di dunia jurnalistik, yakni piramida terbalik.

Dengan metode ini, informasi, ide, atau gagasan pokok yang paling penting dan paling menarik, dimasukkan di bagian awal tulisan. Semakin ke bawah semakin tidak penting.

Pengalaman di dunia jurnalistik, metode ini sangat membantu baik bagi editor yang akan mengedit berita, maupun bagi pembaca.

Bagi editor, dia tidak perlu repot mencari dan menimbang-nimbang, bagian mana dari tulisan yang bisa dibuang (ketika halaman yang tersedia terbatas). Karena tulisan sudah tersusun sedemikian rupa berdasarkan urutan prioritas.

Di bagian manapun editor memenggal sebuah berita atau artikel, pesan atau gagasan utama dari artikel akan tetap tersampaikan. Bahkan, jika pun hanya menyisakan satu alinea pertama. Inti pesan akan tetap tersampaikan.

Hal yang sama juga berlaku bagi pembaca.

Dengan metode penulisan yang benar, gambaran besar dan pesan utama dari sebuah artikel blog sudah bisa diketahui dari satu atau dua paragraf pertama. Sehingga pembaca memiliki alasan yang cukup untuk meneruskan membaca (jika menarik) atau berhenti (jika tidak menarik).

Kesalahan yang banyak terjadi, penulis membuang-buang waktu dan kesempatan dengan terlalu banyak berbasa-basi dan cerita tidak penting, justru di alinea pertama dari tulisannya.

Ini blunder. Karena, seperti telah disinggung, setiap bagian dari tulisan -- dimulai dari yang paling teratas (judul) -- akan menentukan apakah pembaca akan lanjut membaca alinea berikutnya, atau berhenti hanya sampai di situ.

Hanya orang yang tertarik dengan judul, kemudian akan lanjut membaca paragraf pertama. Dan hanya orang yang mendapatkan hal menarik di paragraf pertama, yang akan lanjut membaca paragraf kedua. Demikian seterusnya.

8. Huruf terlalu kecil, jarak antar baris terlalu rapat, jenis huruf yang sulit dibaca


Ada juga orang yang tidak tertarik membaca artikel karena pandangan pertama melihat tampilan huruf yang tidak menarik.

Apakah itu karena ukuran huruf yang terlalu kecil, jarak antar baris yang terlalu rapat, atau pilihan jenis font yang sulit untuk dibaca.

Sebab, huruf yang terlalu kecil dan jarak yang terlalu rapat akan membuat tulisan seperti hamparan benda kecil yang samar di mata. Jika dipaksakan mata jadi lelah, otak tidak segar, dan mengantuk.

Selain itu, dengan huruf yang kecil dan rapat akan sulit untuk menemukan bagian-bagian dari tulisan yang menarik.

Padahal, seperti kita singgung sebelumnya, kebiasaan pembaca di dunia maya, mereka perlu melakukan scanning lebih dulu terhadap bagian-bagian dari konten, sebelum memutuskan membaca atau tidak membaca keseluruhan isi artikel.


9. Tulisan monoton tanpa gambar, skema, atau list


Sisipan gambar, skema, atau list itu penting dalam tulisan.

Selain memperbagus tampilan, sisipan gambar, skema, atau list juga membantu mempermudah pemahaman. Juga membuat belantara pesan menjadi poin-poin yang terorganisir dan sistematis.

Adalah kesalahan besar sebagian penulis malas dan tidak merasa penting untuk menyisipkan gambar, skema, atau list di dalam tulisannya.

Salah satu alasan yang sering kita dengar, karena mesin pencari seperti google tidak memperhitungkan gambar dalam indeksasi konten.

Itu pemikiran yang dangkal dan jadul.

Benar, mesin pencari mungkin tidak memperhitungkan gambar. Tapi mesin pencari memperhitungkan ketertarikan orang untuk membaca sebuah konten. Dan gambar memberikan daya tarik itu.

Sejumlah survei melihat reaksi pembaca terhadap artikel yang dishare di media sosial, ternyata artikel yang disertai gambar yang menarik jauh lebih banyak diklik dari pada tulisan-tulisan monoton tanpa gambar.

10. Menulis tanpa mendalami topik yang ditulis


Banyak blogger menulis sesuatu yang ia sendiri tidak terlalu faham dengan topik yang ditulisnya.

Parahnya, tidak pula berusaha untuk memperbaiki penguasaan topik melalui bacaan-bacaan yang relevan.

Sangat banyak orang menulis hanya dengan modal membaca satu artikel menarik milik orang lain. Tulis ulang, ubah sana-sini, ganti urutan, dan tukar kata-kata, langsung terbitkan.

Hasilnya, semua mungkin bisa tampak berbeda. Dan lolos copyscape.

Tapi intinya tetap sama. Tidak ada hal baru.

Dan sesuatu yang ikut-ikutan, biasanya sulit untuk menjadi pemenang. Karena yang namanya pengikut, pasti tetap dibelakang.

Apalagi di dunia web. Mesin pencari seperti google sangat mengedepakan originalitas.

Memang sulit untuk menulis sesuatu yang benar-benar baru seratus persen. Karena pengetahuan manusia itu juga berkembang secara estapet. Berpijak pada penemuan dan pengetahuan orang lain.

Tapi originalitas yang kita maksudkan minimal menyajikan sesuatu yang baru. Apakah itu hasil modifikasi, pendalaman, penajaman, atau sekedar rangkuman untuk menghasilkan tulisan baru yang lebih lengkap.

Mengumpulkan pendapat para ahli tentang satu hal (yang tadinya ditulis terpisah-pisah), juga bisa menghasilkan tulisan baru yang dianggap original.

11. Menulis terlalu pendek atau terlalu panjang, tanpa bobot


Di atas sudah disinggung, ada beberapa tips SEO jadul yang sangat keliru: posting sebanyak-banyaknya, minimal dua artikel setiap hari. Panjang minimal 300-500 kata.

Yang pertama akan membuat orang fokus mengejar target kuantitas, tapi (terpaksa) mengabaikan bobot. Sementara yang kedua, hanya memaksa orang untuk "memanjang-manjangkan" tulisan, padahal juga tetap tidak berbobot.

Saya sering ketemu artikel jadul yang hanya dua paragraph. Atau lebih panjang dari itu, tapi isinya tak jelas.

Sulit menghasilkan tulisan yang berbobot dengan hanya dua atau tiga paragraf. Meskipun tulisan yang panjang juga belum tentu berbobot.

Demi mengejar target posting 2 artikel setiap hari, banyak blogger tidak lagi punya waktu untuk memikirkan artikel yang berbobot.

Ini kesalahan besar. Tanpa bobot, posting ratusan bahkan ribuan artikel sekalipun tidak ada gunanya. Karena tidak akan mampu bersaing dengan ribuan artikel lain yang sudah lebih dulu dan lebih berbobot. Dan artikel yang tidak mampu bersaing, hanya jadi ‘pajangan’ mati yang tak berguna di dalam blog.

Sementara kewajiban panjang minimal 300-500 kata, membuat banyak artikel sengaja dipanjang-panjangkan, meskipun yang dilakukan hanya sekedar mengulang-ulang kata atau kalimat. Ini juga mengorbankan bobot.

Intinya, tak ada gunanya artikel yang panjang tapi tanpa bobot. Sebab, yang kita perlukan sebenarnya bukan panjangnya, tapi bobotnya. Meskipun, artikel yang berbobot biasanya hampir selalu juga panjang, karena memerlukan pembahasan yang lebih mendalam.

Demikian tips kita kali ini, 11 kesalahan fatal dalam menulis artikel di blog yang perlu dihindari. Tolong bantu share jika artikel ini bermanfaat. Terimakasih.

____________________

Cara Mengubah Jenis Huruf dan Mendisain Status yang Menarik di Facebook

thumbnail

Ingin sesuatu yang berbeda di status Facebook Anda?

Tips kita kali ini adalah cara merubah jenis huruf (font) dan mendisain tampilan status yang menarik di facebook.

Tips ini untuk kamu-kamu yang mulai bosan dengan mode tulisan dan disain tampilan status facebook yang memang monoton.

Atau yang ingin berkreasi dengan seni tulisan dan teks tiga dimensi dalam menyampaikan pesan-pesan lewat status facebook.

Lebih tepatnya, ini adalah tips sederhana dalam mendesain tampilan status facebook agar lebih menarik dan berbeda dari biasanya.

Oh, ya… sebenarnya tidak hanya facebook. Beberapa desain juga bisa digunakan untuk status twitter dan myspace. Juga untuk kolom komentar pada web sites (forum, blog, dan sebagainya).

Oke, tidak perlu berpanjang lebar dengan pengantar yang tidak perlu. Yang penting kita semua sudah faham maksudnya.

Dalam tips kita kali ini, yakni mendesain tampilan status facebook, kita tidak perlu mendownload aplikasi khusus. Tapi kita memanfaatkan kemudahan yang ditawarkan oleh situs online gratis yang menyediakan fitur untuk desain tampilan status facebook.

Ada dua situs yang kita rekomendasikan, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Silahkan dipelajari dan digunakan sesuai keperluan.

Mengubah Jenis Huruf Status Facebook Menggunakan Situs Gratis Fontulator


Situs Fontulator kita gunakan untuk mengubah jenis huruf (font) pada status facebook di komputer atau laptop. Caranya mudah:

1) Silahkan meluncur ke alamat ini: http://id.8x.cc/random/fancy/fancy.php Jika benar, Anda akan masuk ke halaman Fontulator dengan tampilan seperti ini:


2) Mulailah dengan mengetik/menulis status yang akan diterbitkan pada kotak yang disediakan di bagian bawah (kotak berwarna biru dalam gambar di atas). Sekedar contoh saya menulis “Love is like a flower, it only blooms when the time is right."

3) Selesai menulis isi status yang akan diterbitkan, lanjutkan klik salah satu jenis huruf dari 16 pilihan yang tersedia.(dalam gambar saya memilih huruf Fraktur).

4) Setelah itu, klik tombol Fontulate (lingkaran merah dalam gambar di atas).

5) Jika sudah, akan muncul tampilan dari status facebook yang Anda buat (tulisan warna merah paling atas).

6) Silahkan periksa dan edit jika ada yang belum cocok (jenis huruf maupun teksnya).

7) Jika sudah, langkah terakhir blok dan copy-paste ke laman status facebook Anda.

8) Terbitkan status facebook Anda dan lihat hasilnya.

Mendisain Tulisan Status Facebook Menggunakan Magic-Status




Jika sebelumnya, fontulator hanya mengubah jenis huruf pada tulisan status facebook (dengan 16 macam pilihan), Magic-Status menawarkan pilihan yang lebih banyak.

Selain itu, magic-status dapat digunakan baik untuk mendisain status facebook di komputer/laptop, maupun di handphone atau tablet.

1. Penggunaan magic-status untuk mendisain status facebook di computer/laptop


Untuk Anda pengguna facebook dengan perangkat computer/laptop, silahkan ikuti langkah-langkah sederhana berikut:

1) Masuk ke laman magic-status dengan mengetik alamat berikut: http://app.live-start.com/magic-status/?c=cool atau klik di sini. Anda akan dibawa ke laman magic-status seperti ini:


2) Perhatikan 12 kotak berwarna biru, masing-masing berisi menu layanan magic-status yang tersedia. Setiap kali Anda meng-klik satu kotak, di bawahnya akan muncul penjelasan singkat dan bentuk layanan yang dimaksud. Pada umumnya simple dan mudah untuk digunakan.

Berikut ini review singkat beberapa menu layanan magic-status:

a. Cool Text

Cool Text adalah salah satu menu magic-status untuk merubah jenis huruf pada status facebook. Tulis status yang ingin Anda terbitkan pada kotak paling atas. Pilih jenis huruf yang akan digunakan pada kotak warna-warni di tengah (ada 12 jenis huruf). Kemudian lihat hasilnya pada kotak dibawahnya. Selebihnya, copy disain status Anda dan terbitkan di laman facebook.

b. Flip Text

Seperti namanya, menu ini membuat tulisan menjadi terbalik (dengan dua pilihan model)

c. Drawing Board
Ini adalah menu untuk membuat gambar, baik gambar huruf maupun lainnya. Magic-status menyediakan aneka karakter sebagai bahan dasar membentuk gambar dan latar belakang gambar. Silahkan menggambar apa saja dan pilih background yang diinginkan. Tersedia fitur penghapus jika gambar anda salah.


 d. ASCII Art Generator

ASCII Art Generator adalah fitur untuk membuat tulisan artistik dengan dua style pilihan: magic art dan 3D Text. Disain ini lebih banyak bermain background untuk menampilkan seni tulisan.

e. Zalgo Text

Ini adalah versi lain dari seni membuat teks dengan background taburan teks yang sama.

f. Text Art Collection

Menu ini memuat banyak koleksi seni teks yang sudah jadi dan free alias bebas diambil bagi yang membutuhkan. Tinggal dicopy-paste ke facebook.

g. Complete Smiley List

Memuat daftar aneka smiley dan chat code.


h. Status Book

Status Book memuat banyak status-status singkat yang menarik dan popular dalam banyak kategori. Semuanya dalam bahasa Inggris.

Untuk melihatnya, silahkan pilih Catagory, lanjutkan dengan klik Suffle Status. Lihat hasilnya di bawah. Anda juga bisa berpartisipasi “menyumbang” status menarik buatan Anda di sini dengan mengklik Add a status di atas.

i. Masih ada beberapa kotak menu lainnya. Silahkan Anda eksplor sendiri.

2. Penggunaan magic-status untuk mendisain status facebook di HP/Tablet

Menggunakan magic-status untuk pengguna HP/tablet hampir sama saja dengan di komputer atau laptop.

1) Pastikan bahwa handphone atau tablet Anda tersambung dengan internet.

2) Buka browser internet yang biasa Anda pakai dan masuk ke alamat berikut: http://app.live-start.com/magic-status/?c=cool

3) Perhatikan, ada tiga kolom yang tersedia:

>> Kolom no.1 : Tempat untuk menuliskan pesan atau status facebook (Silahkan tulis pesan yang akan Anda terbitkan dalam status facebook)

>> Kolom no.2 : Tempat untuk memilih jenis dan bentuk huruf yang diinginkan

>> Kolom no.3 : Tempat hasil teks atau pesan status facebook yang sudah dirobah sesuai jenis dan bentuk huruf yang dipilih sebelumnya.

4) Jika sudah cocok, saatnya untuk Anda copy dan paste-kan pada laman status facebook Anda.

5) Terakhir, terbitkan status facebook Anda, dan SELESAI.

Demikian tips Cara Mengubah Jenis Huruf dan Mendisain Status yang Menarik di Facebook. Silahkan berkreasi dan bagikan tips ini kepada teman-teman FB Anda.  
_____________________